BACA JUGA:Biaya Servis Mobil MPV Naik Setelah Mudik 2026? Ini Perbandingan Bengkel Resmi vs Spesialis
Meski demikian, bunyi serupa juga dapat berasal dari komponen lain seperti ball joint, bushing arm maupun shock absorber. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
2. Setir terasa kurang presisi
Tie rod memiliki peran penting dalam sistem kemudi. Ketika komponen tersebut mengalami keausan, respons setir dapat berubah.
Setir bisa terasa lebih longgar atau kurang responsif. Pengemudi juga mungkin merasa harus melakukan koreksi arah lebih sering ketika kendaraan melaju.
3. Mobil cenderung lari ke kiri atau kanan
Mobil yang sulit mempertahankan arah lurus tidak selalu disebabkan tie rod.
Perubahan spooring, tekanan ban yang berbeda, hingga kondisi permukaan jalan juga dapat menjadi penyebab.
Namun, apabila gejala tersebut muncul bersamaan dengan bunyi dari kaki-kaki atau setir terasa memiliki kelonggaran, kondisi tie rod sebaiknya diperiksa.
4. Setir terasa bergetar
Getaran pada setir ketika mobil melaju juga patut diperhatikan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari roda yang tidak balance, velg peyang, kondisi ban, bearing roda, hingga komponen kaki-kaki yang mengalami keausan.
Jika getaran muncul setelah kendaraan sering menghantam lubang, pemeriksaan bagian kaki-kaki menjadi langkah yang tepat.
5. Mobil terasa lebih limbung ketika menikung
End link stabilizer berhubungan dengan kerja sistem stabilizer bar. Jika komponen tersebut mengalami keausan, kestabilan mobil saat menikung atau melewati jalan bergelombang dapat berkurang.
Pengemudi bisa merasakan bodi mobil lebih banyak bergerak ke samping atau terasa kurang mantap ketika bermanuver.
6. Terasa ada kelonggaran pada roda