Nama : Intan Anggraeni
NIM : PO7124226170
Prodi : RPL Kebidanan
Lokus : Prabumulih
Dosen Pengampu : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd
Dalam kehidupan sehari-hari di tempat tinggal saya Jalan Arjuna, Kelurahan Wonosari, Prabumulih, penerapan Pancasila dapat dilihat dari berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Warga dapat bekerja sama membersihkan jalan, halaman atau fasilitas yang digunakan bersama. Kegiatan seperti ini menunjukkan nilai sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, karena warga saling bekerja sama tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Selain gotong royong, warga juga dapat menerapkan Pancasila dengan saling membantu ketika ada tetangga yang mengalami kesulitan. Misalnya, ketika ada warga yang sakit, terkena musibah, atau sedang membutuhkan bantuan, tetangga dapat datang untuk membantu atau sekadar memberikan dukungan. Hal ini merupakan contoh penerapan sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dari hal sederhana tersebut, hubungan antarwarga menjadi lebih dekat dan rasa peduli terhadap sesama juga semakin kuat.
Contoh lainnya adalah saling menghormati dalam hal agama. Di lingkungan tempat tinggal, setiap orang memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Warga dapat menjaga ketenangan ketika ada tetangga yang sedang beribadah atau mengadakan kegiatan keagamaan. Sikap seperti ini merupakan penerapan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan saling menghormati, perbedaan agama tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Dalam kegiatan masyarakat, penerapan sila keempat juga dapat dilakukan melalui musyawarah. Misalnya, ketika warga ingin mengadakan kegiatan bersama, menentukan jadwal gotong royong, atau membahas masalah lingkungan, keputusan dapat dibicarakan bersama. Setiap warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Walaupun pendapat setiap orang mungkin berbeda, keputusan yang sudah disepakati bersama harus dihargai dan dilaksanakan dengan baik.
Sementara itu, penerapan sila kelima dapat dilakukan dengan bersikap adil terhadap semua warga. Contohnya, ketika ada kegiatan lingkungan, semua warga diberikan kesempatan untuk ikut serta tanpa membedakan status ekonomi, pekerjaan, usia, atau latar belakang. Jika ada bantuan atau pembagian sesuatu untuk kepentingan warga, pembagiannya juga harus dilakukan secara adil dan tidak pilih kasih. Selain kegiatan tersebut, menjaga keamanan lingkungan juga termasuk salah satu bentuk penerapan nilai Pancasila. Warga dapat saling mengingatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tidak membuat keributan, serta menjaga fasilitas umum. Jika ada masalah antarwarga, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik melalui pembicaraan atau musyawarah, bukan dengan pertengkaran.
Dari penjelasan yang saya jelaskan di atas, dapat dilihat bahwa penerapan Pancasila sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Kita tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Dengan melakukan tindakan sederhana seperti ikut gotong royong, membantu tetangga, menghormati perbedaan, ikut bermusyawarah, dan bersikap adil kepada orang lain, kita sudah ikut mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal. Sebagai masyarakat yang tinggal di Jalan Arjuna, Kelurahan Wonosari, Prabumulih, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di lingkungan sekitar. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari diri sendiri, diharapkan tercipta lingkungan yang saling menghargai, suka membantu, dan mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Jadi, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan kelima sila dalam kehidupan di lingkungan tempat tinggal, kita ikut menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih rukun, aman, dan nyaman.(*)