Material sampah terlebih dahulu difermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari untuk mempersiapkan proses selanjutnya hingga menghasilkan energi listrik.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem pengolahan yang dirancang untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang memiliki nilai manfaat.
BACA JUGA:Ratu Dewa dan Danantara Tinjau Progres PSEL Keramasan, Masuk Skema Percepatan Perpres 109/2025
BACA JUGA:Wali Kota Palembang Dorong PT Green Power Lakukan Percepatan Proyek PSEL
Perjalanan PSEL Palembang juga akan memasuki momentum penting pada September mendatang.
Rencananya, pada 10 September 2026, akan dilakukan agenda yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Sementara itu, peresmian fasilitas PSEL ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 dan direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Bagi Pemkot Palembang, agenda tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah perkotaan dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih modern, terintegrasi, sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan energi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain menjelaskan, pengiriman sampah menuju PSEL dilakukan dengan cakupan wilayah yang luas.
Pengangkutan melayani timbulan sampah yang berasal dari lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di Kota Palembang.
BACA JUGA:Bersama Menko Pangan, Ratu Dewa Ikuti Rakor Percepatan Proyek PSEL Palembang
BACA JUGA:Progres Proyek PSEL Palembang Capai 85 Persen, Ratu Dewa Optimis Rampung Oktober 2026
Dari total timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260 ton per hari, sebanyak 960 hingga 1.000 ton per hari dialokasikan menuju bunker PSEL.
"Pengangkutan mencakup seluruh wilayah. Kita terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal," jelasnya.
Untuk mendukung proses tersebut, Pemkot Palembang saat ini menyiagakan 141 armada pengangkut dari total 160 armada yang tersedia.
Pemerintah kota juga menyiapkan penambahan armada baru melalui Anggaran Perubahan. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengangkutan sekaligus mengurangi beban penggunaan armada yang saat ini beroperasi.