CLSR juga menempatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat sebagai bagian penting dalam pengendalian risiko, termasuk melalui penyusunan, komunikasi, dan pengujian kesiapan rencana tanggap darurat.
Lebih dari sekadar mengukur kemampuan individu, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesiapan kolektif personel Fire Brigade dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat.
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Lantik Notaris Pengganti, Jamin Pelayanan Kenotariatan
Melalui latihan yang dilakukan secara berkala, yaitu Fire Fighter Fitness Improvement Programs setiap hari, IPPT Test dan Agility Test setiap tiga bulan sekali dan latihan lainnya seperti Fire Ground Drill dan Minor Emergency Drill seminggu sekali .
Setiap personel Fire Brigade diharapkan semakin terbiasa mengambil tindakan secara cepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
“Harapannya, kesiapsiagaan ini terus terjaga sehingga kapan pun terjadi insiden, rekan-rekan Fire Brigade dapat memberikan respons terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan diri, rekan kerja, maupun operasional kilang,” tutup Ery.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan memastikan kesiapan menghadapi keadaan darurat sebagai bagian dari pengendalian risiko di lingkungan operasional PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju.