Putra Netanyahu Dievakuasi Mendadak dari AS, Ada Apa?

Senin 31-08-2026,05:55 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

SUMEKS.CO - Iran kalah cepat dalam gerakan intelijen untuk menghabisi putra Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu yang berada di Amerika Serikat (AS). 

Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu, dievakuasi mendadak dari AS untuk kembali ke Israel. Evakuasi itu dilakukan setelah intelijen Israel mengklaim Yair Netanyahu menjadi target pembunuhan oleh Iran.

Dilansir Al Jazeera, Senin (31/8/2026), badan intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, mengatakan pada Sabtu (29/8) pihaknya mendeteksi ancaman serius yang membahayakan Yair Netanyahu. Pihak Israel kemudian memutuskan untuk mengevakuasi Yair Netanyahu beserta tim pengawalnya untuk kembali ke Israel.

Saluran penyiaran AS, Newsmax, melaporkan awal pekan ini bahwa Yair Netanyahu menjadi target dugaan rencana pembunuhan oleh Iran pada bulan Desember lalu. Ancaman tersebut muncul saat putra Netanyahu itu tinggal di Florida.

BACA JUGA:Usai Bertemu Pimpinan Hamas, Menantu Trump Bertemu Netanyahu

BACA JUGA:Hamas Siap Gantung Senjata, Israel Serang Warga Gaza, 13 Orang Tewas

Intelijen Israel memberi tahu pihak berwenang AS setelah mengetahui dugaan rencana tersebut, demikian laporan saluran itu dengan mengutip seorang pejabat penegak hukum AS. Laporan ini muncul setelah Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Channel 14 Israel bahwa Iran menargetkan salah satu putranya.

Yair Netanyahu, yang senantiasa didampingi oleh tim keamanan Israel, diperintahkan untuk segera meninggalkan lokasi tersebut, lapor Newsmax. Ia pergi tanpa membawa barang-barang pribadinya dan langsung kembali ke Israel.

Putra sulung Netanyahu itu telah tinggal di Florida selama beberapa tahun. Gaya hidupnya yang kabarnya mewah serta pengamanan yang didanai negara untuk dirinya "berulang kali menarik perhatian publik di Israel", lapor The Times of Israel.

BACA JUGA:Kesepakatan Tercapai, Hamas Gantung Senjata, Israel Mundur dari Gaza

BACA JUGA:Hamas Punya Pemimpin Baru, ini Profilnya

Keputusannya untuk tetap tinggal di AS setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 memicu kritik dari banyak warga Israel. Mereka mempertanyakan standar ganda terkait putra Netanyahu yang tetap berada di luar negeri sementara ratusan ribu tentara cadangan Israel dipanggil untuk bertugas.

Yair dikenal aktif di media social. Dia kerap berkomentar mengenai politik Israel serta menyerang lawan politik ayahnya, para pengkritik pemerintah, dan jurnalis. (dri)

 

Kategori :