Utang Bertambah Beban Itu Pasti

Jumat 14-08-2026,22:06 WIB

Usaha sang ayah pun kembali Irwan bangun bersama saudaranya. Yang semula hanya di bidang kontraktor bangunan, kini berkembang ke pertambangan. ”Dan Alhamdulillah, dari Rp100 miliar itu. Sekarang tinggal separo,” paparnya.

Senada dengan Irwan, Mirna pengusaha asal Kediri juga mengalami hal serupa. Sejak sang suami meninggal, ibu lima anak itu ketiban sampur untuk membayar utang senilai Rp7 miliar.

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional 

BACA JUGA:522 Brand Nasional Raih Penghargaan Disway Award 2025, Dwi Nurmawan Sebut Ini yang Terbesar 

Mirna semula kebingungan. Khususnya saat mengembangkan usaha peternakan ikan koi dan bisnis landscape tanaman. ”Beruntung saya bertemu dengan teman-teman SyaREA World pada akhir 2021. Dari sana, usaha kembali jalan dan utang bisa lunas sekarang,” paparnya.

CEO Dawang Group Tri Dawang yang menjadi mentor di Keluarga Besar SyaREA World menyebut, kesuksesan para pengusaha untuk bisa lepas dari jerat utang sebenarnya sederhana. Pertama, adalah menerima keadaan. ”Setelah itu kami ajarkan soal ilmu negosiasi dan membenahi bisnis yang sedang terpuruk,” paparnya.

Bagi Tri Dawang, jatuh dalam usaha itu bisa saja terjadi. Tapi belajar untuk kembali bangkit setelah terpuruk perlu ilmu ikhlas. ”Setelah ikhlas orang baru bisa menghadapi masalah. Dan kalau ada masalah jangan lari, tapi dihadapi,” paparnya.

Sementara itu, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono mengatakan, yang terpenting dalam bisnis adalah mengatur keuangan. Untuk menjaga sikap itu, menghindari utang adalah solusi. Agar hidup bisa lebih tenang dan berkah.

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional 

BACA JUGA:522 Brand Nasional Raih Penghargaan Disway Award 2025, Dwi Nurmawan Sebut Ini yang Terbesar 

Sebab, bagi Mulyono, berutang tambah beban itu, pasti. Tidak berutang, tidak berkembang itu, belum pasti. (*)

 

 

Kategori :