Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial KB (45) di rumah kontrakannya yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tiga bungkus plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu yang berada di genggaman tangan tersangka.
Selain itu, petugas turut menyita satu unit telepon genggam, satu alat hisap sabu (bong), satu unit timbangan digital, satu bundel plastik klip kosong, serta uang tunai sebesar Rp495.000 yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika. Seluruh barang bukti tersebut diakui sebagai milik tersangka.
BACA JUGA:Bongkar Tiga Sarang Narkoba Sekaligus! Empat Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk di Muara Enim
BACA JUGA:Bandar Sabu 60 Tahun Ditangkap di OKU Timur, Polisi Sita 32 Paket Narkoba dan Kejar Pemasok
Kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres OKI guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut serta pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi keberhasilan jajaran Polres OKI dalam mengungkap dua kasus tersebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Polda Sumsel dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
"Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Polres OKI atas langkah cepat dan responsif dalam memberantas peredaran narkoba. Polda Sumsel berkomitmen untuk terus bersikap tegas terhadap segala bentuk kejahatan narkotika hingga ke akar-akarnya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.
Polda Sumatera Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya.
Sinergi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang bersih dari bahaya narkoba.