Netanyahu sebelumnya mengakui bahwa keputusan mengenai langkah selanjutnya terhadap Iran banyak bergantung kepada Trump.
BACA JUGA:AS Serang 3 Fasilitas Sipil Iran, 2 Warga Terluka
BACA JUGA:Fasilitas Militer Diserang, Iran Fokus Pertahanan Negara
“Dalam banyak hal, itu adalah keputusannya,” ujar Netanyahu pada Ahad (26/7/2026).
“Jika dia dapat melakukannya tanpa kembali ke pertempuran militer yang intens, itu bagus. Mengapa tidak?” tambahnya.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa program nuklir Iran tetap harus dihentikan.
“Tetapi dengan satu atau lain cara, mereka harus mengakhiri program nuklir mereka,” katanya.
Trump sempat tunjukkan kekecewaan
Menjelang pertemuan, Trump sempat menunjukkan ketidaksenangannya terhadap Netanyahu.
BACA JUGA:Kapal AL Jadi Sasaran Rudal Iran, Kuwait Berang
BACA JUGA:Panas di Selat Hormuz, Iran Rudal Kapal Tanker UEA, 1 Awak Tewas
Presiden dari Partai Republik itu menyoroti laporan yang menyebut Netanyahu berencana membahas informasi intelijen mengenai aktivitas Iran di Gunung Pickaxe, lokasi yang diduga menjadi fasilitas nuklir.
“Saya tahu persis apa yang terjadi di Pickaxe,” kata Trump kepada Fox & Friends.
Trump menilai aktivitas Iran di lokasi tersebut bukan persoalan besar. Ia juga menyinggung kemungkinan Netanyahu menyampaikan informasi itu agar Amerika Serikat tetap terlibat dalam konflik.
“Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?” ujar Trump.
Ketegangan antara Trump dan Netanyahu meningkat setelah Iran membalas serangan dengan mengirimkan pesawat nirawak dan rudal ke sejumlah lokasi, termasuk pangkalan Amerika Serikat dan kawasan Teluk.
BACA JUGA:AS Blokade Pelabuhan Iran, Terapkan Tarif 20 Persen Kargo