Kerjasama Indonesia-Korea Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di OKI

Jumat 19-06-2026,20:14 WIB
Reporter : Niskiah
Editor : Mahmud

"Teknologi menjadi alat bantu yang penting, tetapi kunci keberhasilan pengendalian karhutla tetap terletak pada kesiapsiagaan petugas serta kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," ujarnya.

"Perusahaan pemegang konsesi harus aktif melakukan pencegahan, dan yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," tambah Muchendi. 

Kepala Manggala Agni Sumatera Daops XVII/OKI, Edi Satriawan SP, mengatakan pengembangan Forest and Land Fire Management Center mencakup pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi untuk deteksi dan penanganan karhutla.

BACA JUGA:Wakapolda Sumsel Terbang Pantau Karhutla, Empat Wilayah Rawan Jadi Sorotan

BACA JUGA:Diprediksi Lebih Kering, BMKG Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau dan Karhutla di Sumsel

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau tinggi muka air tanah (TMAT) gambut dengan ambang batas normal 40 cm.

Dimana saat tingkat kelembaban berada di bawah batas tersebut, potensi kebakaran meningkat sehingga langkah-langkah pencegahan dapat segera dilakukan.

Sistem itu juga mampu mendeteksi titik panas (hotspot), memonitor pergerakan petugas di lapangan, serta menyediakan data yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Menurut Edi, penguatan fasilitas pendukung juga terus dilakukan. Saat ini pembangunan Asrama Manggala Agni tengah berlangsung sebagai bagian dari proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra yang dijalankan melalui kerja sama Indonesia-Korea di sektor kehutanan.

BACA JUGA:Karhutla Jadi Ancaman Serius, Polda Sumsel Gandeng TNI dan Perusahaan Perkuat Pencegahan di Muratara

BACA JUGA:Satgas BPBD OKI Ikuti Peningkatan SDM Hadapi Musim Kemarau Rawan Karhutla

Sejak diresmikan, Gedung Forest and Land Fire Management Center telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan peningkatan kapasitas. 

Yaitu salah satunya pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) pada 20-24 April 2026 dan diikuti peserta dari enam negara.

 

 

Kategori :