Kerjasama Indonesia-Korea Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di OKI
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea memperkuat kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Yakni melalui pengembangan sistem berbasis teknologi yang terpusat di Forest and Land Fire Management Center di Markas Manggala Agni Sumatera Daops XVII/OKI, Sepucuk, Kayuagung.
Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dan meningkatkan risiko karhutla, terutama di kawasan gambut.
Bupati Ogan Komering Ilir, H Muchendi Mahzareki, mengatakan tantangan perubahan iklim menuntut strategi pengendalian karhutla yang lebih adaptif dan terpadu.
BACA JUGA:Dukung Pengendalian Karhutla RPK PT Cahaya Cemerlang Lestari Ikuti Pelatihan Bersama Manggala Agni
Menurut dia, upaya pencegahan tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi membutuhkan dukungan teknologi, kesiapsiagaan personel di lapangan, serta kolaborasi yang berkelanjutan.
"Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi guna memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu," kata Muchendi saat mengunjungi Manggala Agni Sumatera Daops XVII/OKI, Jumat 19 Juni 2026.
Menurut Muchendi, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki tidak akan optimal tanpa didukung kesiapan petugas di lapangan.
Maka oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.
BACA JUGA:Petugas Manggala Agni Padamkan Api yang Hanguskan Hektaran Lahan di Jejawi OKI
BACA JUGA:Cegah Karhutla di Kabupaten OKI, Perusahaan dan Unsur Pemerintahan Penandatanganan Pakta Integritas
Selain itu, kata dia, keberhasilan mencegah kebakaran juga bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat.