Banyak Anak Muda Malaysia Alami Kerusakan Jantung, ini Saran Dokter

Minggu 17-05-2026,11:00 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

SUMEKS.CO - Publik Malaysia kembali dikejutkan dengan kasus anak muda di Negeri Jiran tersebut yang mengalami kerusakan jantung. Sebelumnya, di Malaysia banyak terjadi kasus gagal ginjal. 

Karena itu, dokter di Malaysia memperingatkan semakin banyak anak muda yang mengalami tanda-tanda awal kerusakan jantung. Hal ini dipicu tekanan darah tinggi atau hipertensi akibat pola hidup yang tidak sehat.

Di negara tersebut, hampir satu dari tiga orang dewasa mengalami hipertensi. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari kondisinya karena gejala sering muncul samar dan berkembang diam-diam.

Dokter spesialis jantung dan elektrofisiologi dari Sunway Medical Centre, Sunway City (SMC), Dr Gary Lee Chin Keong mengatakan tekanan darah tinggi yang berlangsung lama membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

BACA JUGA:Alasan Kesehatan, Gregoria Mariska Tunjung Mengundurkan Diri dari Pelatnas PBSI

BACA JUGA:Hewan Kurban Pedagang di Kayuagung Diperiksa Kesehatan oleh Disbunnak, Pilih Hewan Sehat secara Fisik

Akibatnya, otot jantung mengalami penebalan dan menjadi lebih kaku seiring waktu.

"Salah satu tanda kerusakan paling awal adalah hipertrofi ventrikel kiri (LVH), suatu kondisi yang melibatkan penebalan ruang pemompa utama jantung, yang dapat mengurangi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah secara efisien," ucap Dr Gary, dikutip dari Malay Mail.

"Tidak seperti otot rangka, penebalan ini tidak bermanfaat dalam jangka panjang. Tekanan terus-menerus menyebabkan otot jantung menjadi kaku," ujarnya.

Menurut Dr Gary, kondisi LVH bisa berkembang bertahun-tahun tanpa disadari dan biasanya baru terdeteksi lewat pemeriksaan seperti ekokardiogram.

BACA JUGA:Kloter 15 Embarkasi Palembang Bertolak ke Tanah Suci, Ketua PPIH Ingatkan Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji

BACA JUGA:Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir Berikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Dia menjelaskan, gejalanya seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, pusing, hingga pingsan sering kali dianggap hanya akibat stres, kelelahan, atau gangguan pencernaan biasa. Akibatnya, banyak pasien baru mencari pertolongan medis setelah muncul komplikasi serius.

Hipertensi yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko gagal jantung, stroke, serangan jantung, penyakit ginjal, hingga gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Dr Gary menyoroti tren meningkatnya kasus hipertensi dan penyakit jantung pada usia muda di Malaysia. Menurutnya, kondisi ini erat kaitannya dengan gaya hidup modern.

Kategori :