"Sekitar 20 tahun yang lalu, hipertensi sebagian besar dianggap sebagai masalah bagi orang yang lebih tua. Saat ini, saya memiliki pasien yang baru berusia 20-an atau 30-an," ujarnya.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Palembang dan Pemerintah Kabupaten OKI Perkuat Akses JKN Lewat Agen PESIAR
Ia mengatakan kebiasaan seperti jam kerja panjang, stres kronis, kurang tidur, minim olahraga, merokok, konsumsi garam berlebih, hingga makanan olahan menjadi pemicu utama.
"Tren ini disebabkan oleh jam kerja yang panjang, stres kronis, kurang tidur, kurang olahraga, merokok, asupan garam berlebihan, dan konsumsi makanan olahan yang tinggi. Obesitas dan diabetes semakin meningkatkan risiko, menciptakan 'kelompok faktor risiko kardiovaskular yang berbahaya'," jelasnya.
Dr Gary juga mengimbau masyarakat mulai rutin memantau tekanan darah, kolesterol, gula darah, hingga berat badan sejak usia 20-an.
Dia menegaskan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu memperlambat bahkan sebagian membalikkan kerusakan jantung.
"Jangan menunggu gejala muncul untuk memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Semakin dini Anda mendeteksi tekanan darah tinggi, semakin besar peluang Anda untuk melindungi jantung Anda," tukasnya. (dri)