Dari hasil hisab, tinggi hilal disebut berada di atas 3 derajat dengan elongasi melebihi 6,4 derajat sehingga secara teori telah memenuhi syarat imkan rukyat atau kemungkinan hilal dapat terlihat.
Meski demikian, pemerintah menegaskan hasil perhitungan tersebut belum menjadi keputusan resmi sebelum sidang isbat dilaksanakan.
“Penetapan awal Dzulhijjah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat pemerintah,” katanya.
Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers dan menjadi acuan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam di Indonesia.
Sidang isbat setiap tahun memang selalu menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan penentuan waktu ibadah penting umat Islam, termasuk puasa Arafah dan Hari Raya Idul Adha.
Selain menjadi mekanisme penetapan kalender Hijriah nasional, sidang isbat juga menjadi ruang musyawarah antara pemerintah, ulama, dan ahli astronomi dalam menjaga kesatuan penentuan hari besar keagamaan di Indonesia.
Kementerian Agama pun mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi sidang isbat sebelum menetapkan pelaksanaan Idul Adha 2026/ 1447 Hijriah.