Besok Sidang Isbat Digelar, Pemerintah Tentukan Idul Adha 2026

Sabtu 16-05-2026,12:46 WIB
Reporter : M Fitri
Editor : Mahmud

JAKARTA, sumeks.co- Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah pada Ahad, 17 Mei 2026.

Sidang tersebut sekaligus akan menentukan kapan Hari Raya Idul Adha 1447 H dilaksanakan di Indonesia.

Sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, ulama, hingga tim ahli falak dan astronomi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat menjadi forum penting dalam menentukan awal bulan Hijriah secara resmi di Indonesia.

Menurutnya, proses penetapan awal Dzulhijjah dilakukan menggunakan dua metode utama, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat atau pengamatan hilal secara langsung.

“Sidang isbat mempertemukan berbagai pihak untuk membahas dan menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan pendekatan ilmiah dan hasil pengamatan di lapangan,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya, Sabtu (16/5).

BACA JUGA:Berikut Daftar Harga Hewan Kurban Kambing dan Sapi di Palembang Jelang Idul Adha 1447 Hijriah

BACA JUGA:Banyak yang Salah, Begini Cara Menyembelih Hewan Kurban Tanpa Menyiksa di Momen Idul Adha 2026

Ia menjelaskan, data hisab digunakan untuk memprediksi posisi hilal, sedangkan rukyat menjadi langkah konfirmasi melalui pemantauan langsung di sejumlah titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan teori astronomi, tetapi juga didukung hasil observasi nyata.

Rangkaian sidang isbat nantinya akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Seminar tersebut akan disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat.

Setelah itu, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari bagian barat hingga timur.

Laporan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam sidang yang dipimpin Menteri Agama sebelum pemerintah menetapkan awal Dzulhijjah secara resmi.

Abu Rokhmad mengatakan berdasarkan data awal hasil perhitungan astronomi, posisi hilal pada 29 Dzulqadah 1447 Hijriah diperkirakan sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Kategori :