Namun, bagi mereka yang menderita penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang diberi label bebas gluten.
BACA JUGA:Inilah 7 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Tubuh, Melancarkan Pencernaan, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
3. Makanan “Rendah Lemak” lebih sehat
Makanan dengan label "rendah lemak" sering kali justru merugikan. Di sejumlah produk, jumlah sodium dan gula seringkali ditambahkan dalam jumlah lebih banyak untuk menyamarkan kehilangan rasa yang diakibatkan oleh pengurangan lemak.
Walaupun ada banyak produk yang berkualitas, tidak semua yang diberi label bebas lemak dapat dianggap lebih baik untuk kesehatan.
4. Kebiasaan Makan Camilan yang Tidak Sehat untuk Tubuh
Anggapan ini juga tidak sepenuhnya akurat. Makanan ringan di antara waktu makan tetap penting untuk memenuhi asupan energi, namun dengan catatan memilih makanan ringan yang bergizi dan jauhi makanan yang mengandung lemak atau gula tinggi, seperti keripik, kue, atau cokelat.
Salah satu mitos yang dipercaya adalah telur tidak sehat karena kolesterol yang padahal tidak benar--
5. Telur Tidak Baik untuk Kesehatan
Telur selalu dianggap sehat dikarenakan kandungan koleterolnya yang tinggi yang padahal sebenarnya telur tidak menaikkan kolesterol pada darah secara signifikan jika digabungkan dengan kebiasaan makan sehat.
Yang menjadi penyebab utamnya adalah lemak jahat. Berdasarkan studi dari Harvard Health Publishing mengatakan bahwa lemak trans dan jenuh adalah penyebab utamanya.
Hal ini dikarenakan hati dapat memproduksi kolesterol jika dipicu dengan memakan makanan yang memiliki kandung lemak jenuh dan lemak trans di dalamnya.
BACA JUGA:Inilah 7 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Tubuh, Melancarkan Pencernaan, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh