Korban Laka Bus ALS Asal Tegal Dipulangkan dengan Pengawalan Polisi

Sabtu 09-05-2026,17:54 WIB
Reporter : Mia
Editor : Mia Utari

MUSI RAWAS UTARA, SUMEKS.CO- Polda Sumatera Selatan bersama jajaran memberikan pendampingan penuh terhadap proses pemulangan jenazah korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Salah satu korban luka berat, Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8 Mei 2026) setelah mendapatkan penanganan medis sejak kecelakaan terjadi pada 6 Mei 2026. Usai dinyatakan meninggal, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran.

Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti sebelum diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen pemulangan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan aparat kepolisian. Pengawalan dilakukan secara estafet oleh jajaran Satlantas di setiap wilayah yang dilintasi, mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Prabumulih hingga tiba di Palembang.

Kapolres Musi Rawas Utara, Rendy Surya Aditama, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam kecelakaan tersebut.

BACA JUGA:Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Sampel DNA Korban Dikirim ke Jakarta

BACA JUGA:Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang

“Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah kembali diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sesuai permintaan keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu'min Wijaya mengatakan pengawalan dan pendampingan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada keluarga korban.

“Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik mulai dari penanganan medis, proses administrasi, hingga pengawalan pemulangan jenazah ke daerah asal agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” kata Nandang.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam pengawalan lintas wilayah sehingga proses pemulangan jenazah dapat berlangsung tertib dan kondusif.

Kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki di Jalur Lintas Sumatera tersebut sebelumnya menjadi perhatian luas karena menimbulkan banyak korban jiwa. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

 
 
 
  •  
Kategori :