"Di tengah kondisi dana transfer yang makin terbatas, saya berharap pembangunan tetap memprioritaskan layanan kebutuhan dasar masyarakat seperti pemenuhan SPM, layanan dan akses terhadap kesehatan, pendidikan, serta perencanaan penyediaan infrastruktur layanan dasar seperti jaringan listrik, air minum, sanitasi, serta pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan penghubung. Agar semua ini direncanakan secara tepat, matang, dan efisien,” bebernya.
BACA JUGA:Safari Ramadan Pemkab OKI: Ibadah Khusuk, Pelayanan Publik Tetap Jalan
BACA JUGA:Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data
Selanjutnya, tambah dia lagi, dalam mendukung sektor pertumbuhan ekonomi, prioritas pembangunan juga diharapkan difokuskan pada ketahanan pangan, pembinaan UMKM/koperasi, dan hilirisasi komoditas unggulan, yang mana sektor ini juga menjadi prioritas nasional, di samping program prioritas lainnya di Kabupaten OKI.
“Saya juga berharap kepada setiap pelaku pembangunan (stakeholder) yang berasal dari berbagai komponen, baik pemerintah daerah, instansi vertikal, pemerintah provinsi dan nasional, korporasi/swasta, serta seluruh unsur masyarakat, agar bersama-sama terlibat dalam pembangunan di OKI," tegasnya.
Maka pembangunan yang dilaksanakan akan lebih optimal dalam memberikan manfaat. Sehingga semangat gotong royong dan kolaborasi dari berbagai komponen daerah, instansi vertikal, pemerintah provinsi dan nasional, korporasi/swasta, serta masyarakat, sangat penting untuk menciptakan sinergitas yang lebih kuat dalam pembangunan demi kemajuan masyarakat OKI.