SUMEKS.CO - Baterai merupakan komponen utama yang menentukan performa kendaraan listrik. Ketika kapasitas baterai turun hingga mendekati batas minimum, kendaraan biasanya memberikan peringatan kepada pengemudi agar segera mencari stasiun pengisian daya.
Namun dalam beberapa situasi, kendaraan tetap dipaksakan berjalan meskipun indikator baterai sudah berada di bawah 10 persen. Kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan baterai dan sistem kelistrikan kendaraan listrik.
Ketika baterai kendaraan listrik berada pada level yang sangat rendah, sistem manajemen baterai akan bekerja untuk melindungi sel baterai dari kerusakan.
Sistem ini dikenal sebagai Battery Management System atau BMS. Fungsi utamanya adalah mengatur pengisian dan penggunaan energi agar kondisi baterai tetap stabil.
BACA JUGA:Panduan Lengkap 4 Jenis Charging Station Mobil Listrik saat Mudik Lebaran 2026
Jika kapasitas baterai terus dipaksa turun hingga mendekati nol, sistem ini dapat melakukan pembatasan atau bahkan mematikan sebagian fungsi kendaraan untuk mencegah kerusakan permanen.
Risiko utama dari penggunaan baterai hingga hampir kosong adalah kondisi yang dikenal sebagai deep discharge. Deep discharge terjadi ketika sel baterai kehilangan energi hingga melewati batas aman yang telah ditentukan oleh sistem.
Kondisi ini dapat mempercepat degradasi sel baterai sehingga umur baterai menjadi lebih pendek dibandingkan kondisi penggunaan normal.
Menurut penjelasan yang dikutip dari lembaga energi global International Energy Agency, menjaga kapasitas baterai kendaraan listrik dalam rentang yang aman merupakan faktor penting dalam mempertahankan umur pakai baterai.
Penggunaan baterai hingga mendekati kondisi kosong secara berulang dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dalam jangka panjang.
Selain mempercepat penurunan performa baterai, kondisi baterai yang terlalu rendah juga dapat memicu kendaraan masuk ke mode perlindungan.
Mode ini biasanya membatasi tenaga kendaraan sehingga mobil hanya dapat berjalan dengan kecepatan rendah atau bahkan berhenti sepenuhnya. Tujuannya adalah mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem baterai.