Banner Pemprov

Cuaca Panas Maret Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik? Ini Cara Menjaga Range EV Tetap Stabil

Cuaca Panas Maret Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik? Ini Cara Menjaga Range EV Tetap Stabil

Cuaca Panas Maret Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik? Ini Cara Menjaga Range EV Tetap Stabil--

SUMEKS.CO - Cuaca panas yang sering terjadi pada bulan Maret di berbagai wilayah Indonesia dapat memengaruhi performa kendaraan listrik, terutama pada daya jelajah baterai atau range. 

Suhu lingkungan yang tinggi membuat sistem pendingin baterai dan kabin bekerja lebih keras sehingga konsumsi energi meningkat. Akibatnya jarak tempuh mobil listrik dapat berkurang lebih cepat dibandingkan kondisi cuaca yang lebih sejuk.

Fenomena ini menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jauh atau aktivitas harian di tengah suhu udara yang meningkat. 

Sistem baterai pada mobil listrik dirancang bekerja optimal dalam rentang suhu tertentu. Ketika suhu lingkungan terlalu tinggi, sebagian energi dari baterai digunakan untuk menjaga temperatur sistem tetap stabil melalui mekanisme manajemen panas.

BACA JUGA:Cara Pakai Fitur V2L Mobil Listrik untuk Kendaraan Darurat di Jalan: Masak Air Hingga Cas HP Saat Mudik

BACA JUGA:Panduan Lengkap 4 Jenis Charging Station Mobil Listrik saat Mudik Lebaran 2026

Menurut penjelasan dari badan energi dunia International Energy Agency, temperatur lingkungan memiliki pengaruh langsung terhadap efisiensi baterai kendaraan listrik. 

Ketika suhu terlalu tinggi, sistem manajemen baterai akan mengaktifkan pendinginan tambahan untuk melindungi sel baterai dari panas berlebih. Proses ini menggunakan energi listrik sehingga secara tidak langsung mengurangi daya jelajah kendaraan.

Selain suhu baterai, penggunaan pendingin kabin juga menjadi faktor yang memengaruhi konsumsi energi kendaraan listrik. Ketika suhu udara di luar sangat panas, sistem pendingin udara harus bekerja lebih keras untuk menjaga kenyamanan di dalam kabin. 

Energi listrik yang digunakan oleh pendingin kabin berasal dari baterai utama kendaraan sehingga dapat mengurangi jarak tempuh.

BACA JUGA:Chery QQ3 EV Siap Tantang Geely EX2 di Pasar Mobil Listrik Kompak: Desain Modern dan Teknologi AI Terbaru

BACA JUGA:Bahaya Fitur Automatic Emergency Braking di Mobil Listrik, Ini Cara Bijak Pengaktifan Fitur Rem Otomatis

Penelitian yang dikutip dari lembaga energi nasional U.S. Department of Energy menjelaskan bahwa penggunaan sistem pendingin udara pada kendaraan listrik dapat meningkatkan konsumsi energi secara signifikan terutama ketika suhu lingkungan berada pada tingkat yang tinggi. Hal ini membuat kendaraan membutuhkan lebih banyak daya untuk menempuh jarak yang sama.

Produsen kendaraan listrik juga terus mengembangkan sistem manajemen suhu baterai untuk menjaga performa kendaraan dalam berbagai kondisi cuaca. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait