Kanwil Kemenkum Sumsel Jemput Bola Potensi Kekayaan Intelektual di Lahat, Sasar Pariwisata hingga Pusat Perbelanjaan
LAHAT, SUMEKS.CO- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus mendorong perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual daerah melalui pendekatan jemput bola.
Upaya tersebut dilakukan dengan menyambangi sejumlah instansi strategis di Kabupaten Lahat guna memetakan potensi Kekayaan Intelektual (KI) yang dapat didaftarkan secara resmi.
Tim dari Kanwil Kemenkum Sumsel yang terdiri dari analis dan tenaga teknis kebijakan melakukan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah lembaga daerah, mulai dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), hingga pusat perbelanjaan Citimall Lahat.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Maret tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), inovasi teknologi, hingga meningkatkan kesadaran terkait perlindungan hak cipta di ruang publik.
Kunjungan pertama dilakukan di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lahat. Dalam pertemuan tersebut, tim Kanwil Kemenkum Sumsel berdiskusi dengan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Rudiansyah, mengenai berbagai potensi Kekayaan Intelektual Komunal yang dimiliki daerah tersebut.
Kabupaten Lahat diketahui memiliki sejumlah kekayaan budaya yang berpotensi dicatatkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal, seperti Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Bahas Anggaran 2027 Bersama Biro Perencanaan
BACA JUGA:Perkuat Regulasi Daerah, Kemenkum Sumsel Kaji 17 Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
Saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, termasuk deskripsi produk budaya serta dokumentasi visual berupa video untuk melengkapi proses pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Selain itu, kawasan Tanjung Sakti juga menjadi salah satu fokus pengembangan potensi kekayaan intelektual daerah.
Wilayah tersebut dikenal dengan Batik Resam khas Lahat serta sejumlah destinasi wisata alam seperti air terjun yang memiliki daya tarik wisata tinggi.
Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi Kawasan Karya Cipta, yakni sebuah zona yang memadukan potensi wisata alam dengan perlindungan karya seni dan budaya lokal melalui sistem kekayaan intelektual.
Koordinasi kemudian dilanjutkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lahat. Tim Kanwil Kemenkum Sumsel disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balitbang, Herwansyah.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah potensi kekayaan intelektual berbasis inovasi dan produk unggulan daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana inventarisasi Indikasi Geografis (IG) baru dari Kabupaten Lahat.