Iran Resmi Berkabung 40 Hari Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu 01-03-2026,18:38 WIB
Reporter : M Reigan
Editor : Mahmud

Iran Mulai 40 Hari Berkabung Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

Sumeka.co- Pemerintahan Islam Iran resmi memulai masa berkabung nasional selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran, Sabtu.

Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah pejabat tinggi keamanan turut menjadi korban, termasuk anggota keluarga Khamenei.

Peristiwa ini disebut sebagai pukulan terbesar terhadap struktur kepemimpinan Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Presiden Masoud Pezeshkian mengecam pembunuhan tersebut sebagai “kejahatan besar” dan menetapkan tambahan tujuh hari libur nasional di luar periode berkabung.

Di ibu kota Teheran, ribuan warga turun ke jalan sejak dini hari Minggu. Rekaman televisi pemerintah memperlihatkan massa berkumpul di sejumlah titik, termasuk di Lapangan Enghelab dan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad.

BACA JUGA:Innalillahi, Ayatollah Khamenei Tewas Diserang, Apakah Iran Akan Perang Terbuka?

BACA JUGA:KBRI Tehran Keluarkan Imbauan Darurat untuk WNI di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Aksi protes dan upacara duka juga dilaporkan terjadi di Shiraz, Yasuj, dan Lorestan.

Dampaknya meluas ke luar negeri. Irak menetapkan tiga hari berkabung nasional.

Di Baghdad, demonstran mendekati Zona Hijau dan kedutaan asing.

Aksi protes juga terjadi di Karachi, Pakistan, dengan massa menyerang fasilitas diplomatik Amerika.

Namun laporan terpisah menyebutkan adanya kelompok kecil warga yang merayakan kematian Khamenei di beberapa kota Iran.

Dewan Transisi Ambil Alih. Kantor berita resmi IRNA menyatakan sebuah dewan beranggotakan tiga orang Presiden, Kepala Kehakiman, dan seorang ulama dari Dewan Garda  akan menjalankan tugas kepemimpinan sementara hingga Majelis Ahli memilih pemimpin baru.

Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menuduh AS dan Israel berupaya “menghancurkan dan menjarah Iran” serta menyerukan persatuan nasional.

Kategori :