SUMEKS.CO - Sepuluh hari pertama Ramadan dikenal sebagai fase rahmat, di mana Allah SWT membuka pintu kasih sayang-Nya seluas-luasnya.
Bulan suci ini bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah spiritual untuk menyucikan jiwa.
Dalam tradisi Islam, bulan Ramadhan sering dibagi menjadi tiga fase sepuluh harian, di mana sepuluh hari pertama dikenal sebagai fase Rahmat atau kasih sayang Allah SWT.
Pada fase awal ini, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya seluas-luasnya bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Masa-masa ini menjadi fondasi penting bagi seorang Muslim untuk membangun ritme ibadah yang konsisten hingga akhir bulan nanti.
BACA JUGA:Berkah Ramadan bagi Warga OKI Rumah Layak, Kesehatan Terjaga
BACA JUGA:Safari Ramadan, Wagub Cik Ujang Bantu Material Pembangunan Masjid Ummul Tumina
Agar tidak terlewat begitu saja, berikut adalah beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari pertama Ramadhan.
Memperbanyak Ibadah Sunnah
Di awal Ramadhan, semangat biasanya masih sangat tinggi. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah di samping kewajiban shalat lima waktu.
Amalan sunnah, seperti shalat Rawatib (qabliyah dan ba’diyah), shalat Dhuha, hingga shalat Tahajud, merupakan sarana efektif untuk mendapatkan perhatian khusus dan rahmat dari Allah SWT.
BACA JUGA:Tips Tetap Sehat Selama Ramadan: Puasa Jadi Lebih Ringan Ibadah Makin Lancar!
Melakukan ibadah sunnah semata-mata karena mengharap ridha-Nya akan mempertebal keimanan dan memperkaya tabungan pahala kita di bulan yang penuh keberkahan ini.
Tadarus dan Merenungkan Al-Qur'an
Ramadhan sering disebut sebagai Syahrul Qur'an atau bulan Al-Qur'an, karena pada bulan inilah kitab suci tersebut pertama kali diturunkan. Amalan tadarus Al-Qur'an menjadi sangat istimewa di 10 hari pertama.