Berikut Ciri-ciri Baterai Hybrid Mulai Lemah, Waspada Kantong Jebol!

Minggu 22-02-2026,12:37 WIB
Reporter : Tri
Editor : Wiwik

SUMEKS.CO - Ciri ciri baterai mobil hybrid mulai lemah menjadi informasi penting di tahun 2026 seiring meningkatnya populasi kendaraan elektrifikasi di jalan raya. 

Penurunan performa baterai tidak hanya berdampak pada efisiensi bahan bakar, tetapi juga memicu biaya operasional yang lebih tinggi dan potensi kerusakan sistem kelistrikan. Kondisi ini sering diabaikan karena gejalanya muncul secara bertahap dan tidak selalu disertai peringatan serius pada panel instrumen.

Salah satu tanda paling umum adalah konsumsi bahan bakar yang meningkat tanpa perubahan pola penggunaan kendaraan. 

Sistem hybrid dirancang untuk memaksimalkan penggunaan motor listrik pada kecepatan rendah dan kondisi macet. Ketika baterai mulai melemah, kontribusi tenaga listrik berkurang sehingga mesin bensin bekerja lebih sering. 

BACA JUGA:Rely R08 Limited Edition Debut di UAE, Pikap Hybrid Fitur Modern dan Desain Kokoh

BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Sport 2026 Resmi Meluncur, SUV Hybrid dengan Desain Futuristik

Berdasarkan penjelasan teknis dari Toyota Motor Corporation, penurunan kapasitas baterai akan mengurangi efisiensi sistem hybrid dan meningkatkan beban kerja mesin konvensional.

Indikator baterai yang turun lebih cepat dari biasanya juga menjadi sinyal awal yang kerap diabaikan. Dalam kondisi normal, pengisian ulang baterai terjadi secara stabil saat deselerasi atau pengereman regeneratif. 

Namun ketika sel baterai mengalami degradasi, kemampuan menyimpan energi menurun sehingga level baterai cepat habis dan membutuhkan waktu lebih lama untuk terisi kembali. Kondisi ini menyebabkan performa kendaraan terasa tidak konsisten.

Perubahan respons akselerasi merupakan gejala lain yang sering disalahartikan sebagai masalah transmisi. Mobil hybrid seharusnya memiliki torsi instan dari motor listrik saat mulai bergerak. 

BACA JUGA:Chery C5 CSH: Mobil Hybrid Serbaguna dengan Performa Sporty dan Efisiensi Tinggi

BACA JUGA:Toyota RAV4 PHEV Generasi Baru: SUV Hybrid dengan EV Mode 150 KM

Jika baterai melemah, tenaga tambahan ini berkurang dan kendaraan terasa lebih berat saat berakselerasi. Gejala ini semakin terasa saat menanjak atau membawa beban penumpang penuh.

Peningkatan suhu sistem baterai juga menjadi indikator penting. Sistem pendingin baterai akan bekerja lebih intens ketika sel mengalami resistansi internal tinggi akibat penuaan. 

Data dari International Energy Agency menunjukkan bahwa peningkatan suhu operasional merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat degradasi baterai kendaraan elektrifikasi. Suhu tinggi dalam jangka panjang dapat menurunkan kapasitas penyimpanan energi secara signifikan.

Kategori :