Pola minum sedikit tetapi sering jauh lebih efektif menjaga hidrasi.
2. Pilih Menu Sahur Bergizi Seimbang
Sahur bukan sekadar makan agar kuat menahan lapar. Bagi busui, sahur adalah waktu penting untuk mengisi “bahan bakar” tubuh.
Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum membantu menjaga energi lebih lama. Sementara protein dari telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe berperan penting dalam menjaga kualitas produksi ASI.
Tambahkan sayur dan buah agar kebutuhan serat serta mikronutrien tetap terpenuhi.
3. Segera Berbuka dengan Asupan Bernutrisi
Saat azan Magrib berkumandang, sebaiknya ibu menyusui segera membatalkan puasa. Pilih makanan alami yang cepat mengembalikan energi, seperti kurma.
Kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh dan membantu memulihkan tenaga.
Busui juga bisa mengombinasikan kurma dengan susu dalam bentuk smoothies untuk tambahan kalori dan nutrisi.
Setelah itu, lanjutkan dengan makan utama bergizi seimbang agar kebutuhan energi harian tercukupi.
4. Terapkan Teknik Hands-On Breastfeeding
Beberapa ibu merasakan aliran ASI sedikit melambat saat berpuasa karena pengaruh hormon dan kondisi tubuh.
Untuk membantu memperlancar ASI, ibu dapat menerapkan teknik hands-on breastfeeding, yakni menyusui sambil memijat lembut payudara dari pangkal menuju puting.
Teknik ini membantu merangsang let down reflex (LDR) atau refleks pengeluaran ASI sehingga bayi dapat menyusu lebih efektif dan merasa kenyang lebih cepat.