SUMEKS.CO - Jajanan jadul es gabus belakang menjadi viral, sehingga membuat penasaran banyak orang akan cita rasanya.
Meski sudah jarang, es gabus masih ada yang menjualnya. Salah satunya Sudrajat, pedagang kecil di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Es gabus merupakan jajanan tradisional berwarna-warni berbahan dasar tepung hunkwe, santan, gula, serta pewarna makanan alami.
Tampilannya yang berwarna warni menggugah selera, khususnya anak-anak untuk testimoni kuliner satu ini.
BACA JUGA: Jamu Beras Kencur: Warisan Sehat dari Dapur Tradisional yang Kaya Manfaat di Era Kekinian
BACA JUGA: Daftar Manfaat Buah Alpukat: Sumber Lemak Baik yang Menyehatkan Otak dan Jantung
Asal Usul Es Gabus
Nama es gabus berasal dari tekstur khasnya kenyal menyerupai gabus saat cair, menghadirkan rasa manis yang digemari anak-anak.
Sejarah es gabus diyakini sejak masa kolonial Belanda, mempengaruhi budaya Tionghoa di Indonesia kemudian berkembang menjadi jajanan masyarakat.
Popularitas es gabus mencapai puncak pada era 1980-an hingga 1990-an, menjadi jajanan murah meriah penuh nostalgia lintas generasi.
BACA JUGA: Wajib Masuk Menu Harian! Ini 10 Bukti Lobak Bisa Bikin Badan Lebih Fit
BACA JUGA: Deretan Suplemen yang Baru Saja Dilarang BPOM, Cek Sekssama!
Es gabus biasanya dijual keliling menggunakan sepeda atau gerobak dan banyak diminati anak-anak sekolah karena rasanya yang manis, segar, dan harganya terjangkau.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan es gabus mulai jarang ditemui. Namun, masyarakat kini tetap bisa menikmatinya dengan membuat sendiri di rumah.
Bahan-bahan pembuatan es gabus sederhana dan proses pembuatannya pun relatif mudah.
Resep dan Cara Membuat Es Gabus
BACA JUGA: Ini Rahasia Menurunkan Kadar Gula Darah dengan 4 Jenis Sayuran, Berikut Tips Memasaknya