Itulah sebabnya pernikahan tradisional Tionghoa, perayaan kelahiran, hingga pembukaan usaha baru juga identik dengan warna merah.
BACA JUGA:Sambut Imlek 2026, The Zuri Hotel Palembang Gelar Promosi Gala Dinner Meriah
BACA JUGA:Kejari Pagar Alam Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Pelebaran Bahu Jalan Ratu Serlun
Di Indonesia, tradisi ini ikut beradaptasi dengan konteks lokal. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa .
Masyarakat Adat pernah menjelaskan bahwa simbol merah dalam Imlek di Indonesia tidak hanya dipahami sebagai tradisi etnis, tetapi juga sebagai ekspresi kebudayaan yang telah melebur dalam kehidupan multikultural.
Warna merah menjadi penanda visual yang mudah dikenali publik sebagai momen perayaan besar, mirip seperti hijau saat Idul Fitri atau merah putih saat hari kemerdekaan.
Selain faktor sejarah dan simbolisme, merah juga dipilih karena kontras dengan musim dingin di wilayah asal perayaan ini. Dalam kalender lunar, Imlek menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Apresiasi Pegawai Berprestasi, Dorong Budaya Kerja Inovatif
Warna merah yang hangat dianggap mampu menghadirkan semangat baru setelah periode panjang yang dingin dan suram.
Pandangan ini diperkuat oleh riset psikologi warna yang dipublikasikan oleh Journal of Cross Cultural Psychology, yang menyebutkan bahwa merah dapat meningkatkan perasaan antusiasme dan optimisme pada banyak budaya Asia Timur.
Tradisi angpao juga memperkuat dominasi warna merah. Amplop merah bukan sekadar wadah uang, melainkan simbol doa agar penerimanya memperoleh keberuntungan dan keselamatan sepanjang tahun.
Menurut penjelasan dari Shanghai Museum dalam arsip kebudayaan populer, pemberian uang tanpa amplop merah dianggap menghilangkan makna simbolisnya. Karena itu, warna merah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual berbagi rezeki saat Imlek.
BACA JUGA:Lindungi Karya Budaya, Kanwil Kemenkum Sumsel Catatkan Hak Cipta Motif Batik
BACA JUGA:Lestarikan Warisan Budaya, Pemkab Ogan Ilir Sosialisasikan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara
Di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan kawasan pecinan, warna merah juga berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang efektif.