IHSG Tersungkur Hari Ini: Layar Bursa Berubah Jadi Alarm Merah, Berikut Saham Blue Chip yang Kena ARB
Daftar Saham Blue Chip yang Kena ARB Saat IHSG Anjlok Hari Ini--
SUMEKS.CO - Ini daftar saham Blue Chip yang Kena Auto Reject Bawah (ARB) saat IHSG tersungkur dan anjlok drastis hari ini.
Layar bursa yang biasanya dipenuhi warna hijau dan stabil berubah drastis menjadi merah pekat pada Kamis pagi 29 Januari 2026.
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk sekitar delapan persen dalam hitungan singkat banyak saham unggulan yang mengalami penurunan ekstrem dan bahkan masuk dalam status auto reject bawah (ARB).
Fenomena ARB menjadi momok tersendiri hari itu karena tidak hanya saham-saham kecil yang terkena tetapi juga saham blue chip yang selama ini menjadi andalan investor institusi maupun ritel.
BACA JUGA:IHSG Ambruk 8 Persen, BEI Sampai Trading Halt, Ada Apa Sebenarnya?
BACA JUGA:Daftar Harga Innova Zenix Hybrid 2026 OTR Jakarta Terbaru, Naik atau Turun?
Situasi ini memicu diskusi luas mengenai dampak sentimen pasar global terhadap fundamental saham unggulan di Indonesia.
Pergerakan harga saham pada sesi pagi menunjukkan tekanan jual massif di hampir semua sektor yang menyebabkan banyak saham big cap mengalami penurunan ekstrem hingga menyentuh batas penurunan harian yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.
ARB atau auto reject bawah adalah mekanisme bursa untuk menghentikan perdagangan saham ketika harganya turun melewati batas ambang tertentu dalam satu hari bursa.
Fungsi utama ARB adalah menahan gejolak harga yang terlalu tajam dalam waktu singkat sehingga memberi ruang bagi pasar untuk mencerna informasi secara lebih matang dan meredam potensi kerugian yang bisa berlanjut tanpa kontrol.
Berdasarkan data perdagangan sesi pagi pada Kamis 29 Januari 2026 banyak saham blue chip yang mengalami ARB akibat tekanan jual yang sangat kuat.
BACA JUGA:Lebih Dua Dekade Melantai di Bursa Efek Indonesia, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali
BACA JUGA:Saham BRI Menguat di Bursa, Warga Palembang Kian Antusias Menjadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup
Beberapa emiten unggulan sektor perbankan seperti saham Bank Central Asia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri mengalami penurunan signifikan yang memaksa sistem bursa menghentikan perdagangan sementara untuk saham-saham tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






