SUMEKS.CO,- Kasus love scammer atau penipuan berkedok asmara baru-baru ini kian merajalela, dan menjadi salah satu bentuk kejahatan siber paling mengkhawatirkan saat ini.
Modus yang memanfaatkan perasaan cinta, empati, dan kepercayaan korban ini tidak lagi memandang latar belakang usia, pendidikan, maupun status sosial.
Mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga profesional seperti dokter dan pengusaha, tak sedikit yang harus merelakan uang ratusan juta rupiah akibat terjebak rayuan cinta palsu di dunia maya.
Fenomena love scam berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi kencan online.
BACA JUGA:Bukan Mitos! Ini 7 Manfaat Nyata Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Ramalan Zodiak 2 Oktober 2025: WOW Ada Pesan Penting untuk 12 Bintang, dari Cinta hingga Keuangan
Modusnya, seperti dirangkum dari berbagai sumber Rabu 28 Januari 2206, lelaku biasanya menyamar sebagai sosok ideal—berpenampilan menarik, berprofesi mapan, bahkan mengaku sebagai warga negara asing atau figur sukses.
Dalam waktu singkat, pelaku membangun kedekatan emosional intens melalui komunikasi rutin, perhatian berlebihan, dan janji masa depan manis yang membuat korban merasa istimewa.
Foto ilustrasi Love Scammer--Doc sumeks.co
Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mulai menjalankan aksinya.
Berbagai alasan klasik digunakan, mulai dari kebutuhan biaya darurat, bisnis yang menjanjikan keuntungan besar, investasi kripto palsu, hingga alasan pengiriman hadiah dari luar negeri yang berujung permintaan “biaya administrasi”.
Tak jarang, korban diminta mentransfer uang secara bertahap hingga akhirnya sadar telah ditipu saat pelaku menghilang tanpa jejak.
Aparat penegak hukum mencatat, praktik love scam kini banyak dijalankan secara terorganisir oleh sindikat lintas negara.
BACA JUGA:Ramalan Zodiak Rabu 3 September 2025: Prediksi Cinta, Karier dan Kesehatan