BACA JUGA:Cinta Sesama Perempuan di Palembang Diwarnai Toxic Relationship, NR Mau Tobat
Dalam beberapa pengungkapan kasus, ditemukan ratusan ponsel, komputer, dan akun palsu yang digunakan untuk menjaring korban secara masif.
Kerugian yang ditimbulkan pun tidak sedikit, mencapai puluhan miliar rupiah dengan ribuan korban tersebar di berbagai daerah.
Tak hanya kerugian materi, dampak psikologis yang ditimbulkan juga sangat serius.
Korban kerap mengalami trauma, rasa malu, depresi, hingga kehilangan kepercayaan diri akibat merasa dikhianati secara emosional.
Ironisnya, banyak korban enggan melapor karena takut dicap ceroboh atau merasa aibnya terbongkar.
Melihat maraknya kasus ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ada beberapa tips penting untuk menghindari jerat love scammer.
Pertama, jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di dunia maya, terutama jika hubungan berkembang terlalu cepat dan penuh rayuan.
Kedua, waspadai profil yang terkesan terlalu sempurna dan enggan melakukan pertemuan langsung atau video call dengan alasan berulang.
Ketiga, jangan pernah mengirimkan uang, data pribadi, atau dokumen penting kepada orang yang belum dikenal secara nyata.
Keempat, berhati-hatilah jika pasangan online mulai membicarakan investasi, bisnis, atau meminta bantuan finansial dengan alasan mendesak. Modus ini hampir selalu menjadi tanda bahaya.
Kelima, lakukan pengecekan jejak digital, termasuk foto profil, nama, dan cerita hidup yang disampaikan pelaku.
Pakar keamanan siber menegaskan bahwa kunci utama pencegahan love scam adalah mengendalikan emosi dan berpikir rasional.
Ketika perasaan mulai dilibatkan, kewaspadaan sering kali melemah. Oleh karena itu, penting untuk selalu berdiskusi dengan keluarga atau orang terdekat jika mulai menjalin hubungan online yang mengarah pada permintaan uang.
Kasus love scammer yang terus meningkat, menjadi peringatan serius bahwa kejahatan digital kini tak hanya menyerang dompet, tetapi juga hati dan perasaan.