Mobil listrik yang masuk akal untuk mudik juga wajib dibekali teknologi fast charging.
Berdasarkan keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di jalur mudik utama kini mayoritas sudah mendukung pengisian cepat.
Kendaraan yang mampu mengisi daya hingga 80 persen dalam waktu kurang dari satu jam memberikan fleksibilitas lebih tinggi dan mengurangi waktu tunggu selama perjalanan.
Aspek keselamatan menjadi penentu berikutnya. Mobil listrik yang layak diajak mudik idealnya sudah dilengkapi fitur keselamatan aktif seperti pengereman darurat otomatis, kontrol stabilitas elektronik, bantuan penjaga lajur, serta sistem pengendali kecepatan adaptif.
Berdasarkan rujukan standar keselamatan kendaraan internasional, kombinasi fitur tersebut terbukti mampu menekan risiko kecelakaan, khususnya di jalan tol yang padat saat arus mudik.
Kenyamanan kabin juga tidak boleh diabaikan. Perjalanan mudik yang memakan waktu berjam jam menuntut posisi duduk ergonomis, ruang kaki memadai, serta sistem suspensi yang mampu meredam guncangan.
Berdasarkan studi keselamatan berkendara, tingkat kelelahan pengemudi berbanding lurus dengan risiko kecelakaan.
Mobil listrik dengan kabin senyap dan minim getaran memiliki keunggulan alami dalam menjaga konsentrasi pengemudi.
Sistem pendingin baterai menjadi faktor teknis yang sering luput dari perhatian. Mobil listrik yang aman untuk mudik seharusnya menggunakan pendingin baterai berbasis cairan.
Berdasarkan penjelasan teknis pabrikan otomotif global, sistem ini menjaga suhu baterai tetap stabil meski kendaraan digunakan dalam waktu lama atau terjebak macet. Stabilitas suhu berpengaruh langsung pada performa, keamanan, dan usia pakai baterai.
BACA JUGA:3 Mobil Listrik Murah di Harga 200 Jutaan, Simak Geely EX2 Harga Pre-Book-nya Berapa?
BACA JUGA:Volvo EX60, Mobil Listrik yang Digadang-Gadang Punya Jarak Tempuh Paling Jauh untuk Sekali Cas!
Dukungan purna jual dan jaringan layanan juga menentukan apakah sebuah mobil listrik masuk akal untuk mudik. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, produsen yang memiliki jaringan bengkel luas dan layanan darurat di jalur strategis memberikan rasa aman lebih besar bagi pengguna.
Mudik dengan kendaraan listrik tanpa dukungan layanan yang memadai berisiko menimbulkan masalah serius ketika terjadi kendala teknis di perjalanan.