Konsumen Jepang dan Asia lebih sensitif harga dan biaya perawatan. Akhirnya pabrikan menyesuaikan produk dengan pasar masing masing.
Mobil Eropa dibuat terasa solid dan mewah, walau konsekuensinya biaya servis lebih mahal. Mobil Jepang dibuat lebih sederhana tapi tahan lama dan murah dirawat.
Menariknya, tren sekarang mulai bergeser. Mobil Jepang keluaran terbaru mulai mengejar kenyamanan kabin dengan peredam lebih tebal, suspensi lebih halus, dan fitur peredam getaran aktif.
BACA JUGA: NIK 2025 Jimny AT 3 Door Single Tone Diskon Rp 15 Juta, Mudik Lebaran 2026 Mobil Baru
Di sisi lain, mobil Eropa mulai memperhatikan efisiensi bahan bakar dan biaya kepemilikan karena tekanan regulasi dan pasar global.
Jadi jawaban jujurnya, mobil Eropa memang cenderung lebih unggul dalam kenyamanan murni seperti keheningan kabin dan karakter suspensi di kecepatan tinggi.
Tapi mobil Jepang unggul dalam kenyamanan praktis sehari hari, keandalan, dan kemudahan hidup bersama mobil tersebut. Bukan soal mana lebih baik secara mutlak, tapi mana yang lebih cocok dengan gaya hidup dan kebutuhan pemakaian.
Banyak orang kaget setelah menyadari bahwa “lebih nyaman” ternyata punya banyak arti. Nyaman bisa berarti senyap dan empuk di tol, tapi juga bisa berarti tidak ribet, jarang rusak, dan murah dirawat saat dipakai tiap hari.
BACA JUGA:Mobil Listrik Rp200 Jutaan Masih Ada! Ini Daftar Merk yang Dapat Subsidi Pemerintah 2026
BACA JUGA:3 Mobil Listrik Murah di Harga 200 Jutaan, Simak Geely EX2 Harga Pre-Book-nya Berapa?
Di situlah letak perbedaan besar mobil Eropa dan mobil Jepang yang sering tidak disadari sebelum benar benar menggunakannya dalam jangka panjang.