SUMEKS.CO - Topik soal kenyamanan mobil Eropa dan mobil Jepang selalu bikin perdebatan panjang, apalagi di forum otomotif dan bengkel.
Ada yang bilang mobil Eropa terasa lebih empuk, lebih senyap, dan lebih “mahal rasanya”, sementara mobil Jepang dianggap lebih keras tapi awet dan irit.
Tapi benarkah perbedaan itu cuma soal rasa, atau memang ada alasan teknis dan filosofi di baliknya. Jawabannya ternyata tidak sesederhana dugaan banyak orang, bahkan cukup mengejutkan kalau dilihat lebih dalam.
Pabrikan Eropa sejak lama mengembangkan mobil dengan fokus pada pengalaman berkendara jarak jauh. Jalan antar kota di Eropa terkenal panjang, kecepatan tinggi, dan permukaan aspal relatif mulus.
BACA JUGA:Bongkar Habis, Berikut Alasan Mobil Eropa Lebih Nyaman & Senyap daripada Mobil Jepang
BACA JUGA:Daftar Harga Innova Zenix Hybrid 2026 OTR Jakarta Terbaru, Naik atau Turun?
Kondisi ini membentuk karakter mobil yang stabil di kecepatan tinggi, suspensi terasa padat tapi halus, kabin senyap, dan kursi dirancang menopang tubuh dalam waktu lama.
Berdasarkan laporan teknis dari European Automobile Manufacturers Association, pengembangan sasis dan suspensi di Eropa memang menargetkan kestabilan dan kenyamanan di kecepatan tinggi sebagai prioritas utama.
Berbeda dengan Jepang yang sejak awal menghadapi kondisi jalan sempit, lalu lintas padat, parkiran terbatas, dan konsumsi bahan bakar mahal.
Filosofi desain mobil Jepang lebih condong ke efisiensi ruang, bobot ringan, dan keandalan jangka panjang.
BACA JUGA:Daftar Harga Innova Zenix Hybrid 2026 OTR Jakarta Terbaru, Naik atau Turun?
BACA JUGA:Bongkar Habis, Berikut Alasan Mobil Eropa Lebih Nyaman & Senyap daripada Mobil Jepang
Suspensi dibuat sedikit lebih kaku supaya mobil stabil saat membawa beban penuh, tahan banting di jalan yang tidak selalu mulus, dan minim biaya perawatan.
Berdasarkan data dari Japan Automobile Manufacturers Association, mobil Jepang dirancang untuk penggunaan harian intens dengan fokus pada durability dan efisiensi operasional.
Perbedaan ini terasa jelas saat duduk di dalam kabin. Mobil Eropa biasanya memakai material peredam suara lebih tebal, kaca laminated, dan konstruksi bodi yang lebih rigid. Hasilnya, suara ban dan angin lebih teredam, getaran mesin lebih halus, dan kabin terasa “sunyi”.