Berdasarkan simulasi energi, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sekitar 24–25 MWh per tahun.
Dengan kapasitas tersebut, PLTS diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan listrik operasional masjid, memberikan potensi penghematan biaya signifikan, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon hingga puluhan ton CO₂ selama masa operasional.
“Selain manfaat ekonomi dan lingkungan, program ini juga memiliki nilai edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi bersih dan efisien, khususnya di fasilitas publik,” tambah Azharuddin.
Peresmian PLTS di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo bukan hanya sekadar proyek energi, melainkan simbol transformasi Palembang menuju kota berkelanjutan.
BACA JUGA:Wali Kota Palembang Ratu Dewa Resmikan 2.037 PPPK Paruh Waktu Angkatan 2025
BACA JUGA:Ratu Dewa Ingatkan Warga Palembang Waspada Banjir Akibat Pasang Sungai Musi
Dengan dukungan pemerintah dan BUMD, langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya untuk ikut serta dalam gerakan energi bersih.
Masjid Agung kini berdiri bukan hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai pionir energi terbarukan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Palembang.