Ia berharap larangan tersebut diterapkan secara konsisten dan diawasi dengan ketat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Lahat, khususnya wilayah Merapi yang selama ini berada di lintasan utama angkutan batu bara.
BACA JUGA:Kabupaten Lahat Siaga! Hujan Deras Bisa Picu Banjir dan Longsor
BACA JUGA:Bupati Lahat: BBI Jangan Hanya Jadi Aset harus Optimalisasi di Tahun 2026
“Kalau dijaga konsistensinya, kualitas hidup warga pasti jauh lebih baik,” ujarnya.
Sementara ditambahkan Feri warga Lahat, selain tidak berdebu lagi, untuk berkendara juga tidak khawatir harus pergi malam atau siang hari.
Biasanya was- was saat berkendara malam hari lantaran takut terjebak iring- iringan mobil batubara serta macet bila ada kendaraan rusak. Sementara siang, debu hitam kadang berterbangan sehingga perlu penutup wajah.
Namun begitu, dirinya juga menyoroti masih banyaknya lobang- lobang di jalan lintas Timur Lahat- Muara Enim. Pihaknya berharap agar jalan bisa segera diperbaiki.
"Kalau berkendara tidak takut lagi dengan debu. Tapi jalan rusak masih ada. Semoga segera diperbaiki," ungkap Feri Minggu, 18 Januari 2026.