HP Envy generasi terbaru juga jadi opsi worth it buat desainer karena perpaduan estetika dan performa. Chassis-nya ramping, bezel tipis, dan build quality terasa premium.
Prosesor Intel Core i7 yang digunakannya memberikan tenaga ekstra buat tugas desain, termasuk rendering model 3D dan video editing.
Layar juga menjadi sorotan utama. HP Envy sering pakai panel warna akurat yang cocok buat pekerjaan visual. Ditambah teknologi audio yang solid, laptop ini juga nyaman dipakai buat presentasi multimedia dan konten kreatif lainnya.
BACA JUGA:Rekomendasi Laptop ACER dengan Prosesor Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp 11 Jutaan
BACA JUGA:Laptop Kuliahan Paling Worth It di Akhir 2025, Dari Hemat Sampai Spek Sultan
5. Acer Swift i7 — Ringkas, Cepat, dan Tetap Powerful
Acer Swift dengan Intel Core i7 termasuk rekomendasi yang worth it buat desainer yang sering mobile. Bobotnya ringan, baterainya tahan lama, tapi tetap punya performa yang bisa diandalkan saat menjalankan aplikasi desain berat.
Laptop ini cocok buat desainer yang sering berpindah tempat kerja, dari kampus ke kedai kopi atau ruang kolaborasi.
Performa kencang ditambah port konektivitas lengkap menjadikannya opsi menarik kalau sering butuh akses cepat ke perangkat lain seperti tablet grafis atau monitor eksternal.
Pilihan Sesuai Kebutuhan Desain
BACA JUGA:Mau Masuk Kuliah atau Lanjut Semester? Ini Laptop Terbaik Buat Mahasiswa di Akhir 2025
BACA JUGA:INI Laptop Murah Performa Bagus untuk Pelajar: Performa Kencang dan Cocok untuk Mahasiswa
Kelima laptop di atas punya karakter masing-masing. Kalau fokus utama adalah warna layar yang sangat akurat, ASUS Zenbook Pro atau HP Envy jadi pilihan kuat.
Kalau butuh stabilitas dan dukungan profesional yang panjang, ThinkPad X1 cocok. Dell Inspiron Creator jadi favorit mahasiswa karena performa tinggi dengan harga yang lebih bersahabat, sementara Acer Swift ideal buat yang sering mobile.
Laptop Intel Core i7 di 2026 tidak lagi hanya soal performa mentok ke angka. Yang paling penting adalah bagaimana keseluruhan pengalaman kerja: layar yang akurat, suhu stabil saat tugas berat, dan dukungan sistem yang konsisten.
Pilihan harus berdasarkan kebutuhan pribadi desain, bukan sekadar spesifikasi angka belaka.