BACA JUGA:Review Motor Triumph Bonneville Bobber 2026 Usung Perpaduan Klasik Ikonik dan Teknologi Modern
BACA JUGA:Ducati Diavel V4: Mesin Baru Performa Monster, dan Definisi Motor Sport Cruiser
Fairing depan “shark nose” menjadi ciri khas, sekaligus memberikan perlindungan angin optimal saat touring lintas kota.
Tak heran, Andre kerap terlihat mengikuti agenda touring bersama komunitas Harley.
Ariel NOAH dan tunggangannya Triumph Bonneville T100--Doc sumeks.co
3. Ariel NOAH
Sementara itu, Ariel NOAH lebih memilih jalur klasik modern lewat Triumph Bonneville T100. Motor ini mengusung mesin parallel-twin 900 cc berpendingin cairan dengan torsi kuat sejak putaran bawah.
Bonneville T100 dikenal ramah dikendarai harian, namun tetap nyaman untuk touring santai.
Desain retro yang dipadukan teknologi modern seperti ABS dan ride-by-wire menjadikan motor ini favorit bagi pengendara yang mengutamakan gaya sekaligus kenyamanan.
4. Gading Marten
Gaya berbeda ditunjukkan oleh Gading Marten yang memilih Royal Enfield Continental GT 650.
Motor bergaya café racer ini mengandalkan mesin 648 cc parallel-twin dengan karakter halus dan suara khas.
Dengan tenaga 47 hp, Continental GT 650 memang tidak mengejar performa ekstrem, namun menawarkan sensasi berkendara klasik yang autentik.
Posisi berkendara menunduk dan desain minimalis membuat motor ini digemari pecinta retro, termasuk Gading.
5. Tora Sudiro
Untuk kebutuhan petualangan, Tora Sudiro mempercayakan tunggangannya pada BMW F 800 GS. Motor adventure ini dirancang untuk melibas berbagai medan, baik aspal maupun off-road ringan.