Banyak ponsel kini terasa mirip satu sama lain, baik dari desain maupun pendekatan fitur. Dalam konteks ini, Motorola Signature mencoba hadir sebagai pembeda, bukan lewat kejutan besar, tapi lewat identitas yang jelas.
Pada akhirnya, Motorola Signature memang belum bisa langsung disebut sebagai penentu kebangkitan total Motorola.
Namun produk ini jelas menandai satu hal penting, yaitu kembalinya niat dan arah. Motorola tidak lagi sekadar nama lama yang hidup dari kenangan, tapi brand yang mulai bicara kembali lewat produk nyata.
BACA JUGA:Motorola Razr 60 dan Razr 60 Ultra Meluncur, Berikut Spesifikasi dan Fitur-Fiturnya
BACA JUGA:Motorola Razr 60 Menawarkan Performa Solid Ditenagai Chipset Dimensity 7300X
Apakah langkah ini akan berlanjut ke lini smartphone lain dan berhasil merebut pasar yang lebih luas, waktu yang akan menjawabnya.