BYD M6 hadir dengan pendekatan fungsional tanpa terlalu banyak gimmick, sehingga cocok dijadikan kendaraan utama keluarga mulai 2026.
BACA JUGA:BYD Datang Belakangan, Tapi Langsung Jadi Raja Mobil Listrik di Indonesia Selama 2025
Bagi konsumen yang ingin naik kelas tanpa harus masuk ke segmen premium mahal, BYD Sealion 7 bisa dipertimbangkan secara rasional.
Berdasarkan laporan pasar otomotif nasional, SUV listrik ini mencatat performa penjualan stabil sepanjang 2025.
Desainnya modern, posisinya nyaman untuk perjalanan jarak jauh, dan fiturnya cukup lengkap untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
Sealion 7 sering dipilih oleh konsumen yang sebelumnya memakai SUV konvensional dan ingin transisi ke mobil listrik tanpa merasa kehilangan karakter kendaraan.
BACA JUGA:Mobil Listrik BYD Paling Laris di China Bakal Meluncur di Korea Pada Februari 2026
Untuk segmen atas, Denza D9 memang bukan untuk semua orang, tapi tetap bisa disebut rasional untuk konsumen tertentu.
Berdasarkan data penjualan asosiasi industri otomotif, Denza D9 menjadi MPV listrik premium dengan penjualan tinggi di Indonesia. Rasionalitasnya terletak pada fungsi dan kenyamanan, terutama untuk kebutuhan bisnis, keluarga besar, atau penggunaan intensitas tinggi.
Dibandingkan MPV premium konvensional, biaya operasional Denza D9 dinilai lebih efisien dalam jangka panjang, terutama jika digunakan secara rutin.
Salah satu alasan utama kenapa tipe tipe BYD dinilai rasional di 2026 adalah teknologi baterai yang digunakan.
BACA JUGA:Kupas Teknologi Motor Listrik BYD VF-PMSM, Diklaim Lebih Efisien dan Tak Perlu Gonta-Ganti Baterai
Berdasarkan publikasi resmi perusahaan dan dikutip media otomotif nasional, BYD mengembangkan Blade Battery yang dikenal lebih stabil dan aman.