Sebuah banderol yang terbilang agresif, mengingat teknologi yang dibawanya mencakup sistem plug-in hybrid diesel, baterai berkapasitas besar, motor listrik torsi tinggi, serta output tenaga gabungan yang menembus 400 tenaga kuda.
Sebagai perbandingan, Ford Ranger dan Toyota Hilux dengan mesin diesel konvensional di banyak pasar internasional saat ini sudah berada di rentang harga serupa, bahkan lebih tinggi untuk varian teratas.
Sementara itu, pickup hybrid seperti BYD Shark yang mengusung teknologi elektrifikasi penuh justru cenderung dibanderol lebih mahal karena kompleksitas sistem listrik dan baterainya.
Dengan strategi harga tersebut, Chery jelas ingin menawarkan nilai lebih: performa setara kendaraan sport, kemampuan kerja khas truk pikap, serta efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik.
Dalam konteks pasar berkembang, termasuk Asia dan Australia, pendekatan ini bisa menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan teknologi masa depan tanpa harus membayar harga premium ala merek global mapan.
Namun perlu dicatat, harga tersebut masih bersifat perkiraan global. Jika nantinya pickup plug-in hybrid diesel ini masuk ke Indonesia, harga jual resmi tentu akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bea masuk, pajak kendaraan, insentif elektrifikasi, serta kemungkinan perakitan lokal.
Meski demikian, melihat strategi Chery selama ini yang kerap agresif dalam penetapan harga, banyak pihak memprediksi banderolnya akan tetap kompetitif dibanding rival sekelas.
BACA JUGA:Mobil Listrik Murah Tapi Mewah, Chery Icar V23, Siap Ancam Dominasi Jepang, Cek Begini Speknya
BACA JUGA:CEK Begini Spek Mobil Chery J6, SUV Listrik Stylish dengan Tenaga Offroad dan Harga Terjangkau
Pada akhirnya, harga inilah yang bisa menjadi senjata utama Chery. Bukan hanya menghadirkan teknologi yang belum dimiliki Ford Ranger atau Toyota Hilux, tetapi juga membungkusnya dalam paket harga yang masuk akal.
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, pickup plug-in hybrid diesel Chery berpotensi menjadi game changer—bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sudut pandang nilai dan keterjangkauan di segmen pikap global.
Strategi ini sejalan dengan filosofi Chery yang menekankan value for money, bukan sekadar menjual nama besar.
Peluncuran Chery Pickup awal direncanakan di Tiongkok, kemudian menyasar Australia dan Amerika Selatan dua pasar yang dikenal sangat menyukai truk pikap. Untuk Eropa dan Timur Tengah, peluangnya juga terbuka lebar berkat regulasi emisi yang semakin ketat dan minat terhadap teknologi hybrid.
Visi Chery Menuju 2030. Chery Pickup plug-in hybrid diesel ini bukan proyek satu kali. Bagi Chery, kendaraan ini adalah simbol visi besar menuju 2030, di mana hybrid diposisikan sebagai jembatan paling realistis antara mesin konvensional dan kendaraan listrik murni.
Chery secara terbuka menyatakan tidak ingin sekadar mengikuti tren EV, melainkan menciptakan solusi yang benar-benar cocok untuk kondisi dunia nyata negara dengan infrastruktur pengisian terbatas, kebutuhan jarak jauh, dan tuntutan kerja berat.
Dengan investasi besar di riset baterai, mesin, dan sistem energi cerdas, Chery menargetkan setiap modelnya di masa depan memiliki tingkat elektrifikasi signifikan, termasuk SUV dan pikap.