Bocoran lain menyebutkan kapasitas baterai SUV ini akan tergolong besar, bahkan diprediksi di atas 70 kWh, memungkinkan jarak tempuh ratusan kilometer dalam mode listrik murni.
Untuk penggunaan harian di perkotaan, SUV ini kemungkinan besar bisa melaju tanpa bantuan mesin bensin sama sekali, menjadikannya irit sekaligus ramah lingkungan.
Bocoran penampakan interior Xiaomi SUV 7 seater --Doc sumeks.co
Soal interior, meski belum ada gambar resmi, banyak pihak meyakini Xiaomi akan menghadirkan kabin berteknologi tinggi.
Layar infotainment besar, panel instrumen digital penuh, konektivitas smartphone tanpa batas, hingga integrasi ekosistem rumah pintar Xiaomi diyakini bakal menjadi nilai jual utama.
Pengguna bukan hanya mengendarai mobil, tetapi seolah berada di dalam “smart device” berukuran raksasa.
Tak hanya itu, fitur keselamatan dan bantuan berkendara juga diprediksi menjadi andalan.
Mulai dari Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), adaptive cruise control, hingga sistem parkir pintar kemungkinan besar akan disematkan, sejalan dengan ambisi Xiaomi menempatkan SUV ini di segmen keluarga premium modern.
Meski jadwal peluncuran resminya masih dirahasiakan, SUV 7 seater Xiaomi dikabarkan siap meluncur pada 2026.
Kehadirannya digadang-gadang bakal menjadi pesaing serius bagi SUV-SUV elektrifikasi populer di pasar Asia dan global.
Jika bocoran ini terbukti akurat, maka SUV 7 seater Xiaomi berpotensi mengulang kesuksesan smartphone-nya: harga kompetitif, teknologi melimpah, performa halus, dan pengalaman pengguna yang solid.
Sebuah langkah berani yang menegaskan bahwa Xiaomi bukan sekadar produsen gawai, melainkan pemain serius di dunia otomotif masa depan.