KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Islah, Akankah Muktamar Ke-35 NU Segera Digelar, Siapa Kandidatnya?

Jumat 26-12-2025,15:22 WIB
Reporter : Reigan Riangga
Editor : Mahmud

KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Islah, Akankah Muktamar Ke-35 NU Segera Digelar, Siapa Kandidatnya?

JOMBANG, SUMEKS.CO-Dinamika panjang yang sempat menguji soliditas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemukan jalan damai.

Islah (perdamaian) usai Konflik intern antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, terjadi di Ponpes Lirboyo Kediri Jawa Timur.

Rekonsiliasi tersebut menandai babak baru perjalanan jam’iyah terbesar di Indonesia menjelang digelarnya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.

Islah bersejarah ini berlangsung dalam suasana khidmat di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis Desember 2025.

Pertemuan tersebut diprakarsai oleh para masyayikh dan mustasyar NU sebagai bentuk ikhtiar kolektif untuk meredam polemik internal yang sempat mencuat ke ruang publik dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk pertama kalinya sejak perbedaan pandangan mencuat, kedua pucuk pimpinan PBNU duduk bersama dalam satu meja musyawarah.

Suasana pertemuan berlangsung penuh ketenangan, mencerminkan nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jama’ah yang selama ini menjadi fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA:Musyawarah Kubro Lirboyo Tetapkan Langkah Penyelesaian Konflik PBNU

BACA JUGA:PBNU Tegang: Gus Yahya Bantah Desakan Mundur dan Pastikan Amanah Muktamar Berlanjut

Para kiai sepuh hadir sebagai penengah, mengedepankan hikmah, kesabaran, dan kepentingan jam’iyah di atas segala perbedaan.Selanjutnya akan digelar Muktamar.

Dengan demikian, diputuskan bahwa Muktamar Ke-35 NU akan diselenggarakan secara bersama-sama, dengan melibatkan seluruh unsur kepemimpinan PBNU.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menjadi saksi peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami  bersama Rais Aam telah menyepakati bahwa solusi terbaik untuk jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Gus Yahya kepada awak media usai pertemuan.

Musyawarah di Lirboyo ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga digelar di tempat yang sama.

Dalam forum-forum tersebut, para masyayikh menilai bahwa dinamika yang muncul termasuk polemik terkait keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU perlu diselesaikan melalui jalan dialog dan rekonsiliasi, bukan konfrontasi.

Kategori :