Di sisi lain, Apple juga memperkenalkan teknologi baterai berbahan kimia baru yang diklaim lebih tahan lama.
Menurut klaimnya, baterai iPhone 17 bisa mempertahankan hingga 80 persen kapasitas aslinya meski sudah digunakan selama 1000 kali siklus pengisian.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan standar sebelumnya yang hanya sekitar 500 kali. Artinya, pengguna tidak perlu khawatir baterai cepat drop meskipun iPhone dipakai selama bertahun-tahun.
Jika benar demikian, iPhone 17 bisa menjadi salah satu perangkat dengan umur pakai baterai paling awet di pasar.
BACA JUGA:Performa iPhone Lebih Stabil Dibandingkan Android, Ini Penyebabnya!
BACA JUGA:iPhone 17 Pro Max Segera Mendarat di Indonesia! TKDN Sudah Lolos, Tinggal Tunggu Tanggal Main
Tentu saja, semua klaim ini masih perlu pembuktian lebih lanjut melalui pemakaian nyata dalam jangka panjang.
Banyak pengulas awal memang memberikan kesan positif, tetapi kebiasaan penggunaan masing-masing orang bisa memberikan hasil berbeda.
Misalnya, pengguna yang lebih banyak menggunakan kamera, GPS, dan aplikasi berbasis lokasi kemungkinan besar akan merasakan konsumsi daya yang lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya fokus pada komunikasi dan media sosial.
Dengan kata lain, meski iPhone 17 disebut sebagai “raja baterai”, tidak semua pengguna akan merasakan daya tahannya secara sama.
BACA JUGA:Selain iPhone 17, iPhone Air Resmi Meluncur, Smartphone Tipis Tapi Bertenaga Besar
Namun, terlepas dari kekurangan tersebut, kehadiran iPhone 17 tetap dianggap sebagai loncatan penting dalam sejarah baterai iPhone.
Selama bertahun-tahun, Apple selalu dikritik soal ketahanan daya. Kini, lewat kombinasi hardware, software, dan desain baterai yang lebih cerdas, perusahaan ini tampaknya sudah berhasil mendekati standar yang diharapkan oleh pengguna.
Jika tren ini berlanjut, bisa jadi generasi iPhone berikutnya benar-benar akan mendefinisikan ulang ekspektasi tentang baterai smartphone.
Pada akhirnya, keputusan apakah iPhone 17 benar-benar layak disebut sebagai “raja baterai” atau tidak akan bergantung pada pengalaman sehari-hari para pengguna.