1. Menjalin dan Mempererat Silaturahmi
Sanjo menjadi sarana bagi masyarakat untuk tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sahabat. Dalam kehidupan modern yang semakin sibuk, Sanjo menjadi pengingat akan pentingnya menjalin hubungan sosial yang erat.
BACA JUGA:AWAS, 5 Hal Ini Jangan Pernah Dilakukan Saat ‘Sanjo’ Lebaran, ‘Nak Minta Maaf Atau Nak Bikin Kerok!’
BACA JUGA:Tips Make Up Sholat Ied, Tampil Cantik di Hari Lebaran tanpa membatalkan Wudhu
2. Menghormati Orang Tua dan Sesepuh
Salah satu bentuk Sanjo yang paling umum adalah kunjungan ke rumah orang tua atau sesepuh dalam keluarga. Ini mencerminkan nilai penghormatan dan bakti kepada orang yang lebih tua.
3. Membangun Kebersamaan dan Gotong Royong
Dalam beberapa kasus, Sanjo juga diiringi dengan kegiatan gotong royong, seperti membantu persiapan acara keluarga atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan semangat solidaritas yang tinggi di masyarakat Palembang.
Adat Palembang tradisi sanjo masih lestari hingga kini--
4. Melestarikan Kearifan Lokal
BACA JUGA:Pesan Lebaran Dari Palestina, Abu Zyad Berharap THR Doa Dari Indonesia Supaya Perang Cepat Berakhir
BACA JUGA:Tradisi Lebaran di Palembang 'Sanjo' Hingga 'Rumpak-Rumpakan': Keunikan Budaya yang Penuh Makna
Dengan mempertahankan tradisi Sanjo, masyarakat Palembang secara tidak langsung menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Tradisi ini menjadi identitas yang membedakan Palembang dari daerah lain.
Sanjo di Era Modern Di era modern, tradisi Sanjo mengalami beberapa penyesuaian. Jika dahulu kunjungan dilakukan dengan tatap muka secara langsung.
Kini perkembangan teknologi memungkinkan Sanjo virtual melalui panggilan video atau pesan singkat.