Hasil itu membuat posisi Irak di klasemen Grup B terguncang, dan federasi memilih langkah tegas dengan memecat sang pelatih.
BACA JUGA:Berubah 180 Derajat, Patrick Kluivert Optimis Bawa Menang Timnas Indonesia Kontra Bahrain
Meski Irak masih di peringkat ketiga, peluang lolos otomatis menjadi semakin berat, dan kini mereka harus bertarung untuk mempertahankan peluang di babak keempat kualifikasi.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia benar-benar menjadi ajang "perang dingin" bukan hanya bagi pemain, tapi juga para pelatih.
Tekanan tinggi dari federasi, suporter, dan media membuat posisi pelatih nasional menjadi sangat tidak stabil.
Meski beberapa pelatih hanya kurang beruntung atau sekadar kalah dalam satu pertandingan krusial, nasib mereka tetap berujung pada pemecatan atau pengunduran diri.
Dengan dua laga penentu tersisa di bulan Juni, daftar korban tampaknya belum akan berhenti di sini. Perburuan tiket ke Piala Dunia memang tak mengenal belas kasihan.