Padahal, Mancini baru memimpin The Green Falcons selama empat pertandingan.
Penampilan Arab Saudi di bawah asuhan Mancini dianggap tak meyakinkan, dan akhirnya federasi menggantikannya dengan Herve Renard.
Di bawah pelatih baru, performa Arab Saudi mulai menanjak meski masih tertahan di posisi tiga Grup C dan harus berjuang keras untuk mendapatkan tiket otomatis ke Piala Dunia.
5. Tintín Marquez (Qatar)
Tumnas Qatar juga tak luput dari krisis. Tintín Marquez, yang menggantikan Carlos Queiroz, hanya bertahan beberapa bulan.
Setelah performa tim yang tidak stabil dan berada di posisi empat Grup A, federasi Qatar memutuskan untuk menggantikannya dengan Luis García pada akhir 2024.
Performa Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 tentu menjadi tolok ukur. Dan, kegagalan menjaga konsistensi permainan membuat Márquez kehilangan kepercayaan federasi.
6. Shin Tae-yong (Indonesia)
Mungkin salah satu pemecatan pelatih paling emosional adalah pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan ini cukup dicintai publik sepak bola Tanah Air, namun federasi memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama pada awal Januari 2025, menyusul hasil yang belum konsisten dalam babak kualifikasi.
Shin digantikan oleh Patrick Kluivert, legenda Belanda yang kini dipercaya untuk melanjutkan perjuangan Garuda.
Indonesia sendiri masih berada di posisi empat Grup C dan harus menunjukkan peningkatan signifikan jika ingin lolos ke babak keempat.
7. Jesus Casas (Irak)
Pelatih Irak, Jesus Casas, menjadi pelatih terbaru yang dipecat usai kekalahan mengejutkan dari Palestina dengan skor 1-2.