Sosok Prof Dr Brian Yuliarto, Gagal Jadi Rektor ITB, Kini Malah Jadi Menteri

Rabu 19-02-2025,19:03 WIB
Reporter : Suci MH
Editor : Rakhmat MH

Sejak tahun 2021, ia juga menjabat sebagai Visiting Professor di Tsukuba University, Jepang. 

Kepakarannya dalam bidang nanomaterial untuk aplikasi sensor dan energi telah membawa banyak kontribusi bagi dunia riset Indonesia. 

Hingga saat ini, ia telah menerbitkan lebih dari 329 artikel ilmiah yang terindeks Scopus dengan lebih dari 5.618 sitasi. 

H-index Google Scholar miliknya mencapai 38, sementara di Scopus mencapai 34, menunjukkan pengaruh besar dalam dunia akademik.

Gagal Jadi Rektor ITB, Kini Malah Jadi Menteri

Pada tahun 2024, Prof. Brian Yuliarto mencalonkan diri sebagai Rektor ITB periode 2025–2030 dengan membawa visi “Kinarya Transformatif untuk Keunggulan Global.”

BACA JUGA:Menteri Hukum Temui Diaspora Indonesia di Inggris, Bahas Kebijakan Baru untuk Memperkuat Kontribusi Global

BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Dorong Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah

 Program yang ia usung meliputi peningkatan sistem akademik, penguatan ekosistem riset, serta kontribusi ITB dalam pembangunan nasional.

Dalam proses pemilihan, ia bersaing dengan dua kandidat lain, yakni:

Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T. (Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, yang terpilih Rektor ITB)

Prof. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. (Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB)

Suara pemilih sekitar 15. Salah satunya adalah  Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, Budi Gunadi Sadikin.

Dan akhirnya menetapkan Prof Tatacipta Dirgantara sebagai Rektor ITB periode 2025–2030. 

Meski tidak terpilih, Prof Brian tetap mendapatkan posisi strategis sebagai Wakil Rektor di bawah kepemimpinan Prof. Tatacipta.

Namun, tadi siang kejutan terjadi ketika Presiden Prabowo justru mengangkatnya menjadi Menteri Dikti Saintek

Kategori :