Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Prof. Brian sebelumnya lebih dikenal sebagai akademisi daripada tokoh pemerintahan.
Peran di Dunia Penelitian dan Inovasi Teknologi
Sebagai seorang peneliti, Prof Brian Yuliarto sangat aktif dalam pengembangan teknologi sensor berbasis nanomaterial yang dapat digunakan untuk mendeteksi gas berbahaya, polutan udara, hingga diagnosis penyakit.
Beberapa risetnya telah memperoleh paten dan dimanfaatkan dalam berbagai industri.
Kontribusinya dalam dunia akademik juga mendapatkan pengakuan berupa berbagai penghargaan, salah satunya Habibie Prize 2024 dalam kategori Ilmu Rekayasa.
Dengan pengalaman panjang dalam bidang penelitian, ia diyakini dapat membawa perubahan dalam kebijakan pendidikan tinggi dan sains di Indonesia.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Sebagai Menteri Dikti Saintek, Prof Brian dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain:
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi
Memperkuat kurikulum berbasis riset dan inovasi
Meningkatkan kerja sama dengan industri dan universitas internasional
Mendorong Riset dan Inovasi Teknologi
Memperkuat dana riset bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian
Mengembangkan kebijakan yang mendukung hilirisasi hasil riset
Memperbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi
Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan universitas negeri dan swasta.