Beberapa di antaranya adalah menjadi dosen atau widyaiswara, analis hukum, penyuluh hukum, dan lain-lain.
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkumham Babel Perkuat Strategi Media Sosial Demi Citra Positif
Ia menyoroti bahwa saat ini Kemenkum sedang menggalakkan sistem merit, yang berbasis reward and punishment.
Sistem ini memungkinkan proses pengangkatan jabatan dilakukan secara transparan dan adil, sehingga peluang karir terbuka luas bagi para lulusan hukum terbaik.
“Peluang karir di Kemenkum ada banyak sekali. Ada beberapa formasi yang bisa dilihat, seperti misalnya bagi yang suka menjadi dosen bisa menjadi widyaiswara, ada juga analis hukum, penyuluh hukum, dan lainnya,” jelasnya.
Kemenkum turut berpartisipasi dalam kegiatan DoLC dengan membuka booth pameran yang berlangsung pada 24 hingga 26 Januari 2025.
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkumham Babel Lantik 5 Pejabat Non Manajerial, Tekankan Integritas dan Inovasi
Booth ini dimanfaatkan untuk mengenalkan transformasi Kemenkum kepada masyarakat. Sebelumnya, instansi ini dikenal dengan nama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, pengunjung juga diajak untuk melakukan konsultasi hukum, bertanya seputar ruang lingkup pekerjaan di Kemenkum, hingga bermain games edukatif dengan tema hukum.
“Di DoLC, kita membuka stand juga, di mana kita bisa melakukan asistensi bagi teman-teman yang ingin melakukan konsultasi hukum, atau sekadar bertanya tentang Kemenkum, apa sih ruang lingkup pekerjaannya, seperti itu,” ujar Ronald.
DoLC FHUI sendiri merupakan acara tahunan yang bertujuan menyediakan informasi eksklusif mengenai peluang pendidikan, program magang, serta prospek pekerjaan di bidang hukum.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkumham Babel Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM Tahun 2025
BACA JUGA:Perkuat Kompetensi Digital, Kemenkumham Babel Gelar Forum Etika dan Transformasi Perancang Regulasi
Acara ini juga menjadi tempat perekrutan potensial dari berbagai mitra, seperti firma hukum, perusahaan, lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, dan lembaga akademis.