Beruntung, sang ibu berinisial AP, 40 tahun, berhasil menyelamatkan diri dari upaya pembunuhan ini, setelah melompat pagar rumah mereka yang sedang tergembok.
"Tapi kondisi ibunya terluka parah kena bacokan pelaku di bagian pundak," terangnya.
Pelaku juga sempat mengejar korban hingga ke depan pagar rumah mereka, namun korban yang sedang tergeletak dan banyaknya darah yang berceceran dikira sudah meninggal dunia.
"Setelah melakukan penusukan terhadap sang ayah, nenek, dan ibunya, pelaku lalu berjalan ke luar dari rumah mereka," sebutnya lagi.
Pergerakan pelaku MAS, termonitor oleh CCTV di ruang keamanan komplek perumahan. Pelaku terlihat sedang berjalan santai di taman, seolah tidak terjadi apa-apa.
"Pelaku terlihat menggunakan pakaian double, tampaknya ingin menutupi pakaiannya yang banyak darah. Tapi Satpam komplek melihat ada darah di tangannya, lalu diminta berhenti," tuturnya.
BACA JUGA:Motif Pembunuhan Remaja Putri di Sekayu yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Terungkap
Namun, setelah diminta berhenti oleh Satpam komplek, pelaku malah berlari sejauh 300 meter. Pengejaran yang dilakukan Satpam tidak sia-sia, pelaku pun berhasil diamankan.
"Kemudian, Satpam pun menuju ke lokasi kejadian dan menemukan ibunya tergeletak di depan gerbang pagar rumah mereka. Sedangkan, ayah dan neneknya berada di dalam," katanya lagi.
Korban AP pun langsung dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga untuk mendapatkan pertolongan.