Kapal Benua Indah Bermuatan Kelapa Bocor dan Mati Mesin di Perairan Bata Karang Banyuasin

Kamis 21-03-2024,10:36 WIB
Reporter : edho
Editor : Edward Desmamora

BANYUASIN, SUMEKS.CO - Sebuah kapal KLM Benua Indah dengan bermuatan kelapa alami kebocoran dan mati mesin di sekitar daerah Bata Karang, Kabupaten Banyuasin pada Kamis, 21 Maret 2024 dini hari.

Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin didampingi Kasubsi Operasi Manca Rahwanto menjelaskan kronologi kejadian.

Sekitar pukul 02.20 WIB, VTS Palembang menerima laporan melalui radio dari Kepanduan Tanjung Buyut, Sungsang bahwa kapal KLM Benua Indah dari Palembang tujuan Guntung Riau mengalami kebocoran dan mati mesin.

Kapal tersebut juga mengangkut Person on Board (POB) sejumlah crew, yakni Abdul Rauf sebagai nahkoda, Yose Rizal (KKM), Hamka AR (Masinis), Hasyim (Mualim 1) dan A Rasyid (Kelasi).

BACA JUGA:Sambangi Kantor Palembang, Kepala Basarnas Tekankan Point Penting saat Menjalankan Tugas SAR ke Personel

BACA JUGA:Gercep, Tim Rescue Basarnas Cari Orang Hilang Tenggelam di Ogan Ilir Saat Mencuci Pakaian di Sungai

"Setelah kita mendapatkan informasi tersebut dari VTS Palembang, langsung menuju lokasi," kata Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin. 

Raymond langsung memerintahkan satu team ABK KN SAR Setyaki 202 untuk berangkat menuju lokasi kejadian.


Tim Basarnas menuju kawasan perairan Bata Karang, Kabupaten Banyuasin. Foto: dokumen/sumeks.co--

"Saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap kapal tersebut," tutup Raymond.

Kejadian serupa, akibat disapu gelombang besar disertai angin kencang, perahu getek yang bermuatan empat orang terbalik di perairan Sungai Musi tepatnya di Jalur 27, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Minggu 25 Februari 2024 sekitar pukul 11.30 WIB. 

BACA JUGA:Tim SAR Susuri Sungai Rupit Cari Pete Warga Embacang Muratara yang Dinyatakan Menghilang saat Mandi

BACA JUGA:Tim SAR Temukan Dua Penumpang Getek 'Cinta Pasti Kembali' yang Terbalik di Perairan Banyuasin, Begini Nasibnya

Atas kejadian itu, satu orang meninggal dunia atas nama Riza Umma (27), dan satu orang lagi belum ditemukan atas nama Sugianto (34), dan dua orang lainnya atas nama Wahyu Hidayat dan Fahri berhasil selamat. 

Berdasarkan informasi, Sugianto bersama istrinya Riza Umma, anaknya Fahri (5) serta Wahyu Hidayat (20) menggunakan perahu getek dari Jalur 14 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Muara Sugihan, menuju ke sebarang Jalur 27, Minggu.

Kategori :